Rabu, 21 Mei 2014
Minggu, 06 April 2014
Psikoterapi
Keren Hellery Kawulur
13511933
3pa08
1.
Apakah definisi dari Psikoterapi itu, dan jelaskan.
Menurut Sarwono (2009:273) Psikoterapi
adalah upaya intevensi oleh psikoterapis terlatih agar kliennya bisa mengatasi
persoalannya. Pada dasarnya, metode psikoterapi adalah wawancara tatap muka
perorangan, tetapi dalam praktik banyak variasi teknik psikoterapi, tergantung
pada teori yang mendasarinya dan jenis masalah yang sedang dihadapi klien. Tujuan
psikoterapi adalah untuk mengembalikan keadaan kejiwaan klien yang terganggu
(mulai dari masalah ringan sampai gangguan mental berat) agar bisa berfungsi
kembali dengan optimal sehingga klien tersebut merasa bisa merasa dirinya lebih
sehat mental.
2. Jelaskan Tujuan dari Psikoterapi.
Tujuan psikoterapi dua orang tokoh yakni Ivey, et. al dan Corey (dalam Gunarsa,
2007).
Ø
Pendekatan psikoanalisis adalah membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu
yang disadari.
Ø pendekatan
Rogerian, terpusat pada peribadi,
Ø pendekatan
behavioristik, Terapi perilaku bertujuan secara umum untuk menghilangkan
perilaku yang mal adaptive.
Ø metode
dan teknik Gestalt, membantu klien memperoleh pemahaman mengenai saat-saat dari
pengalamannya.
3.
Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur dari Psikoterapi.
Masserman (1984) melaporkan
delapan parameter pengaruh dasar yang mencakup unsur-unsur lazim pada semua
jenis psikoterapi, yaitu :
·
Peran sosial psikoterapis
·
Hubungan (persekutuan terapeutik)
·
Hak
·
Retrospeksi
·
Reduksi
·
Rehabilitasi
·
Resosialisasi,
·
Rekapitulasi
4.
Sebutkan dan jelaskan .perbedaan antara Psikoterapi dan
Konseling
Menurut Corey (2009:10) Konseling
untuk menunjukan pada proses dimana klien diberi kesempatan untuk
mengeksplorasi diri yang bisa mengarah pada peningkatan kesadaran dan
kemungkinan memilih. Proses konseling sering berjangka pendek, difokuskan pada
masalah-masalah, dan membantu individu dalam menyingkirkan hal-hal yang
menghambat pertumbuhannya. Dengan konseling, individu juga dibantu untuk
menemukan sumber-sumber prbadi agar bisa hidup lebih efektif. Sedangkan
psikoterapi sering kali di fokuskan pada proses-proses tak sadar serta
disbanding dengan konseling lebih banyak berurusan dengan pengubahan struktur
kepribadian. Psikoterapi lebih digerakkan kearah pemahaman diri yang intensif
tentang dinamika-dinamika yang bertanggung jawab atas terjadinya krisis-krisis
kehidupan ketimbang hanya berurusan dengan usaha mengatasi krisis kehidupan
tertentu.
5. Uraikan secara
jelas, bagaimana Psikoterapi melakukan berbagai pendekatan terhadap
mental illness.
Psikoterapi melakukan berbagai
pendekatan terhadap mental illness. bisa dikategorikan dalam berbagai pendekatan, Menurut
J.P. chaplin ada beberapa
pendekatan psikoterapi terhadap mental illness, yaitu :
1. Biological
Menurut Dr. John Grey, Psikiater Amerika
(1854) pendekatan ini lebih manusiawi. Pendapat yang berkembang waktu itu
adalah penyakit mental disebabkan karena kurangnya insulin.
2. Psychological
Meliputi suatu peristiwa pencetus dan
efeknya terhadap perfungsian yang buruk, sekuel pasca-traumatic, kesedihan yang
tak terselesaikan, krisis perkembangan, gangguan pikiran dan respon emosional
peuh stres yang ditimbulkan. Selain itu pendekatan ini juga meliputi pengaruh
sosial, ketidakmampuan individu berinteraksi dengan lingkungan dan hambatan
pertumbuhan sepanjang hidup individu.
3. Sosiological
Meliputi kesukaran pada sistem dukungan
sosial, makna sosial atau budaya dari gejala dan masalah keluarga.
4. Philosophic
Kepercayaan terhadap martabat dan harga
diri sesorang dan kebebasan diri seseorang untuk menentukan nilai dan
keinginannya.
6.
Sebutkan dan jelaskan bentuk-bentuk utama dari terapi.
Wolberg
membagi bentuk psikoterapi menjadi
tiga (3) tipe, yaitu :
a. Penyembuhan Supportif (Supportive Therapy)
Merupakan
perawatan dalam psikoterapi yang mempunyai tujuan untuk :
a.
Memperkuat benteng
pertahanan (harga diri atau kepribadian)
b.
Memperluas mekanisme
pengarahan dan pengendalian emosi atau kepribadian
c.
Pengembalian pada
penyesuaian diri yang seimbang.
b. Penyembuhan Redukatif
(Reeducative Therapy)
Suatu
metode penyembuhan yang
mempunyai bertujuan untuk mengusahakan penyesuaian kembali, perubahan atau
modifikasi sasaran/tujuan hidup, dan untuk menghidupkan kembali potensi.
c. Penyembuhan
Rekonstruktif (Reconstructive Therapy)
Penyembuhan
rekonstruktif mempunyai tujuan untuk menimbulkan pemahaman terhadap konflik yang
tidak disadari agar terjadi perubahan struktur karakter dan untuk perluasan
pertunbuhan kepribadian dengan mengembangkan potensi.
sumber:
Prof. DR. Singgih D. Gunarsa. 2004.
Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT BPK gunung mulia
Chaplin, J. P. 2006. Kamus Lengkap
Psikologi. Jakarta : RajaGrafindo Persada
Sarwono, S.W. 2009. Pengantar Psikologi
Umum. Jakarta : Rajagrafindo Persada
Corey, Gerald. (2009). Teori Konseling
dan Psikoterapi. Bandung : Refika Aditama.
Gunarsa, S. D. (2007). Konseling
dan Psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia.
Wolberg, M. D. (1997). The Tecnique of
Pschotherapy
Kamis, 21 November 2013
Mengendalikan Fungsi Manajemen
Tulisan
ke_3
Nama : Keren Hellery Kawulur
NPM :13511933
Kelas :3PA08
Mengendalikan
Fungsi Manajemen
a.
Definisi
mengendalikan atau controlling
Pengendalian
(controlling) adalah Perolehan dan penggunaan informasi untuk membantu
mengkoordinasikan proses pembuatan perencanaan dan pembuatan keputusan melalui
organisasi dan untuk memandu perilaku manajemen. Fungsi ini sangat penting
dan sangat menentukan pelaksanaan proses manajemen, karena itu harus dilakukan
dengan sebaik-baiknya. Sementara itu menurut T. Hani Handoko bahwa proses
pengendalian (controlling)
memiliki lima tahapan, yaitu:
1.
penetapan
standar pelaksanaan;
2.
penentuan
pengukuran pelaksanaan kegiatan;
3.
pengukuran
pelaksanaan kegiatan nyata;
4.
pembandingan
pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan
penyimpangan-penyimpangan; dan
5.
pengambilan
tindakan koreksi, bila diperlukan.
Tujuan
utama dari pengawasan adalah untuk mencegah adanya penyimpangan atau
setidaknya memperkecil kesalahan yang mungkin akan terjadi. Sehingga
tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik.
b.
Langkah-langkah
dalam control
Dalam controlling terdapat beberapa langkah –
langkah penting pada proses pengendalian dan dapat digolongkan kedalam 8
elemen, yaitu :
1.
mengidentifikasikan
tujuan dan strategi
2.
Penyusunan
program
3.
Penyusunan
anggaran
4.
Kegiatan
dan pengumpulan realisasi prestasi
5.
pengukuran
prestasi
6.
analisis dan
pelaporan
7. tindakan koreksi
8.
tindakan
lanjutan
c.
tipe-tipe
control dalam manajemen
untuk mengetahui tipe-tipe control dalam manajemen kita harus terlebih dahulu
mengetahui aktivitas pengendalian manajemen yang terdiri dari Perencanaan, Koordinasi,
Komunikasi, Evaluasi, Pengambilan Keputusan, Mempengaruhi orang untuk mengubah
perilakunya
maka tipe-tipe tipe-tipe kontrol dibedakan atas :
1. Pengendalian karyawan (Personal control).
Pengendalian ini ditujukan kepada hal-hal yang ada hubungannya dengan kegiatan pegawai, apakah pegawai bekerja sesuai dengan perintah, rencana, tata kerja, absensi pegawai dan lain-lain.
2.pengendalian keuangan (financial control)
Pengendalian ini ditujukan untuk hal-hal yang menyangkut keuangan,tentang pemasukan dan pengeluaran,biaya-biaya perusahaaan termasuk pengendalian anggaranya.
3.pengendalian produksi (Production control).
Yaitu pengendalian yang difokuskan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas produksi yang dihasilkan, apakah sesuai dengan standar atau rencananya.
4. Pengendalian waktu (Time control)
Pengendalian ini ditujukan kepada penggunaan waktu, artinya apakah waktu untuk mengerjakan suatu pekerjaan sesuai atau tidak dengan rencana.
5. pengendalian teknis (Technical control)
Pengendalian ini ditujukan kepada hal-hal yang bersifat fisik, yang berhubungan dengan tindakan dan teknis pelaksanaan.
6. Pengendalian kebijaksanaan (Policy control).
pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui dan menilai apakah kebijaksanaan organisasi telah dilaksanakan sesuai dengan yang digariskan.
7. pengendalian penjualan (Sales control)
Pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui apakah produksi yang dihasilkan terjual sesuai rencana yang ditentukan.
8.Pengendalian inventaris (inventory control)
Pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui apakah inventaris perusahaan masih adasemuanya atau ada yang hilang.
9.Pengendalian pemeliharaan (maintenance control)
Pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui apakah semua inventaris perusahaan dan kantor terprlihara atau tidak,dan mengetahui kerusakan. reksi itu harus dikenakan.
maka tipe-tipe tipe-tipe kontrol dibedakan atas :
1. Pengendalian karyawan (Personal control).
Pengendalian ini ditujukan kepada hal-hal yang ada hubungannya dengan kegiatan pegawai, apakah pegawai bekerja sesuai dengan perintah, rencana, tata kerja, absensi pegawai dan lain-lain.
2.pengendalian keuangan (financial control)
Pengendalian ini ditujukan untuk hal-hal yang menyangkut keuangan,tentang pemasukan dan pengeluaran,biaya-biaya perusahaaan termasuk pengendalian anggaranya.
3.pengendalian produksi (Production control).
Yaitu pengendalian yang difokuskan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas produksi yang dihasilkan, apakah sesuai dengan standar atau rencananya.
4. Pengendalian waktu (Time control)
Pengendalian ini ditujukan kepada penggunaan waktu, artinya apakah waktu untuk mengerjakan suatu pekerjaan sesuai atau tidak dengan rencana.
5. pengendalian teknis (Technical control)
Pengendalian ini ditujukan kepada hal-hal yang bersifat fisik, yang berhubungan dengan tindakan dan teknis pelaksanaan.
6. Pengendalian kebijaksanaan (Policy control).
pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui dan menilai apakah kebijaksanaan organisasi telah dilaksanakan sesuai dengan yang digariskan.
7. pengendalian penjualan (Sales control)
Pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui apakah produksi yang dihasilkan terjual sesuai rencana yang ditentukan.
8.Pengendalian inventaris (inventory control)
Pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui apakah inventaris perusahaan masih adasemuanya atau ada yang hilang.
9.Pengendalian pemeliharaan (maintenance control)
Pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui apakah semua inventaris perusahaan dan kantor terprlihara atau tidak,dan mengetahui kerusakan. reksi itu harus dikenakan.
d.
kontrol
proses manajemen
Pengendalian terbaik dalam organiasasi adalah berorientasi pada strategi
dan hasil, dapat dipahami, mendorong pengendalian diri (self-control),
berorientasi secara waktu dan eksepsi, bersifat positif, setara dan objektif,
fleksibel.
Menurut Government Accounting Office (GAO)
yang didukung oleh pendapat Sawyeer Lawrence B. dalam bukunya Internal Auditing
Edisi 4 Tahun 1996 telah menetapkan bahwa Pengendalian Manajemen dapat
dilakukan melalui 8 (delapan) sarana, yaitu :
1.Pengorganisasian.
2. Kebijaksanaan.
3. Prosedur dan Tata Kerja.
4. Personil.
5. Perencanaan.
6. Akuntansi dan Pencatatan.
7. Pelaporan.
8. Petunjuk Pelaksanaan dan Teknis.
9. Review Internal.
1.Pengorganisasian.
2. Kebijaksanaan.
3. Prosedur dan Tata Kerja.
4. Personil.
5. Perencanaan.
6. Akuntansi dan Pencatatan.
7. Pelaporan.
8. Petunjuk Pelaksanaan dan Teknis.
9. Review Internal.
Maka Langkah-langkah proses pengendalian :
1. Menentukan standar-standar yang akan digunakan sebagai dasar pengendalian.
2. Mengukur pelaksanaan atau hasil yang telah dicapai.
3. Membandingkan pelaksanaan atau hasil dengan standard an menentukan penyimpangan jika ada.
4. Melakukan tindakan perbaikan, jika terdapat penyimpangan agar pelaksanaan dan tujuan sesuai dengan rencana. Rencana juga perlu dinilai ulang dan dianalisis kembali,apakah sudah benar-benar realistis atau tidak.jika belum benar atau realistis maka rencana itu harus diperbaiki.
1. Menentukan standar-standar yang akan digunakan sebagai dasar pengendalian.
2. Mengukur pelaksanaan atau hasil yang telah dicapai.
3. Membandingkan pelaksanaan atau hasil dengan standard an menentukan penyimpangan jika ada.
4. Melakukan tindakan perbaikan, jika terdapat penyimpangan agar pelaksanaan dan tujuan sesuai dengan rencana. Rencana juga perlu dinilai ulang dan dianalisis kembali,apakah sudah benar-benar realistis atau tidak.jika belum benar atau realistis maka rencana itu harus diperbaiki.
Daftar pustaka
http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI.AKUNTANSI/195407061987031-KARLI_SOEDIJATNO/Akmen/Chapter_9/SISTEM_PENGENDALIAN_MANAJEMEN_YANG_DAH_DIEDIT.pdf (diakses pada 20/21/2013)
Jumat, 01 November 2013
Pengertian dan teori-teori motivasi
Pengertian Motivasi
motivasi
adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang mempunyai
motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh tujuan dalam
kehidupan.
Motivasi
dapat berupa motivasi intrinsik dan
ekstrinsik . Motivasi yang bersifat intrinsik adalah manakala sifat pekerjaan
itu sendiri yang membuat seorang termotivasi, orang tersebut mendapat kepuasan
dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti status
ataupun uang atau bisa juga dikatakan seorang melakukan hobbynya. Sedangkan
motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat
di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi
seperti status ataupun kompensasi.
Teori-teori Motivasi
a. Teori Drive-reinforcement
Teori ”drive” bisa diuraikan sebagai teori-teori
dorongan tentang motivasi, perilaku didorong ke arah tujuan oleh
keadaan-keadaan yang mendorong dalam diri seseorang atau binatang. Contohnya.,
Freud ( 1940-1949 ) berdasarkan ide-idenya tentang kepribadian pada bawaan,
dalam kelahiran, dorongan seksual dan agresif, atau drive (teorinya akan
diterangkan secara lebih detail dalam bab kepribadian). Secara umum ,
teori-teori drive mengatakan hal-hal berikut : ketika suatu keadaan dorongan
internal muncul, individu di dorong untuk mengaturnya dalam perilaku yang akan
mengarah ke tujuan yang mengurangi intensitas keadaan yang mendorong. Pada
manusia dapat mencapai tujuan yang memadai yang mengurangi keadaan dorongan
apabila dapat menyenangkan dan memuaskan.
b. Teori Harapan
Teori ini diciptakan oleh David Nadler dan Edward Lawler yang didasarkan pada
empat asumsi mengenai perilaku dalam organisasi, yaitu:
1. Perilaku ditentukan oleh kombinasi antara faktor faktor yang terdapat dalam diri orang dan faktor-faktor yang terdapat di lingkungan.
2. Perilaku orang dalam organisasi merupakan tindakan sadar dari seseorang, dengan kata lain perilaku seseorang adalah hasi dari sebuah keputusan yang sudah diperhitungkanoleh orang tersebut.
3. Orang mempunyai kebutuhan, keinginan dan tujuan yang berbeda.
4. Orang memilih satu dari beberapa alternatif perilaku berdasarkan besarnya harapan memperoleh hasil dari sebuah perilaku.
Atas dasar asumsi tersebut, Nadler dan Lawler menyusun model harapan yang terdiri dari 3 komponen, yaitu :
a. nilai (Valence)
Setiap bentuk insentif punya nilai positif atau negatif bagi seseorang. Juga apakah nilai itu besar atau kecil bagi seseorang.
Contoh : Seorang karyawan mendapatkan suatu penghargaan dari perusahaan dengan diberikan plakat, karena bakti kepada perusahaan selama sekian tahun. Tetapi, dampak negatifnya dapat membuat kecemburuan social terhadap karyawan lain. plakat hanya berupa sebuah pajangan yang mempunyai nilai kecil hanya untuk kepuasaan pribadi tidak bias dikomersilkan.
b.instrumentalitas
Adanya hubungan antara pekerjaan yang harus dilakukan dengan harapan yang dimiliki. Jadi jika pekerjaan dilihat bisa merupakan alat untuk mendapatkan apa yang diharapkan timbullah motivasi kerja.
Contoh : seseorang mengikuti sebuah lembaga multi level marketing (MLM) dengan mengharapkan keuntungan yang berlimpah, karena bila mengandalkan insentif dari perusahaan tidak cukup memadai sebab bisnis MLM ini cukup menjanjikan.
c.pengharapan
Persepsi tentang besarnya kemungkinan keberhasilan mencapai tujuan/hasil kerja.
Contoh: seorang karyawan mendapatkan insentif lebih bila melakukan kerja lembur.
1. Perilaku ditentukan oleh kombinasi antara faktor faktor yang terdapat dalam diri orang dan faktor-faktor yang terdapat di lingkungan.
2. Perilaku orang dalam organisasi merupakan tindakan sadar dari seseorang, dengan kata lain perilaku seseorang adalah hasi dari sebuah keputusan yang sudah diperhitungkanoleh orang tersebut.
3. Orang mempunyai kebutuhan, keinginan dan tujuan yang berbeda.
4. Orang memilih satu dari beberapa alternatif perilaku berdasarkan besarnya harapan memperoleh hasil dari sebuah perilaku.
Atas dasar asumsi tersebut, Nadler dan Lawler menyusun model harapan yang terdiri dari 3 komponen, yaitu :
a. nilai (Valence)
Setiap bentuk insentif punya nilai positif atau negatif bagi seseorang. Juga apakah nilai itu besar atau kecil bagi seseorang.
Contoh : Seorang karyawan mendapatkan suatu penghargaan dari perusahaan dengan diberikan plakat, karena bakti kepada perusahaan selama sekian tahun. Tetapi, dampak negatifnya dapat membuat kecemburuan social terhadap karyawan lain. plakat hanya berupa sebuah pajangan yang mempunyai nilai kecil hanya untuk kepuasaan pribadi tidak bias dikomersilkan.
b.instrumentalitas
Adanya hubungan antara pekerjaan yang harus dilakukan dengan harapan yang dimiliki. Jadi jika pekerjaan dilihat bisa merupakan alat untuk mendapatkan apa yang diharapkan timbullah motivasi kerja.
Contoh : seseorang mengikuti sebuah lembaga multi level marketing (MLM) dengan mengharapkan keuntungan yang berlimpah, karena bila mengandalkan insentif dari perusahaan tidak cukup memadai sebab bisnis MLM ini cukup menjanjikan.
c.pengharapan
Persepsi tentang besarnya kemungkinan keberhasilan mencapai tujuan/hasil kerja.
Contoh: seorang karyawan mendapatkan insentif lebih bila melakukan kerja lembur.
c. Teori penetapan tujuan (goal setting
theory)
Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat
macam mekanisme motivasional yakni :
(a) tujuan-tujuan mengarahkan perhatian
(b) tujuan-tujuan mengatur upaya
(c) tujuan-tujuan meningkatkan persistensi
(d) tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana
kegiatan.
d. Teori Abraham H. Maslow (Teori Humanistik)
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat mengenai konsep motivasi manusia dan mempunyai lima hierarki kebutuhan, yaitu :
1. Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat mengenai konsep motivasi manusia dan mempunyai lima hierarki kebutuhan, yaitu :
1. Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
2. Kebutuhan rasa aman (merasa
aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
3. Kebutuhan akan rasa cinta
dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)
4. Kebutuhan akan penghargaan
(berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)
5. Kebutuhan aktualisasi diri
(kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik:
keserasian, keteraturan, dan keindahan
kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan
kepuasan diri dan menyadari potensinya)
Teori Maslow tentang motivasi secara mutlak menunjukkan perwujudan diri
sebagai pemenuhan (pemuasan) kebutuhan yang bercirikan pertumbuhan dan
pengembangan individu.
artikel yang berhubungan dengan motivasi
analisis:
Abraham Lincoln meski sudah berkali-kali gagal didalam dunia politik,
dan dianggap bodoh oleh banyak orang. Dia tidak begitu saja menyerah. dia terus maju walaupun pada tahun 1836 pernah
terpuruk karena kegagalan-kegagalannya. Abraham Lincoln berhasil menjadi
presiden Amerika ke -16 pada tahun 1980 dan juga sebagai salah satu Presiden
tersukses dalam memimpin bangsanya, menghentikan perang saudara Amerika, dan
menghapuskan perbudakan.
Kisah
ini dapat di kaitkan dengan teori hierarki kebutuhan maslow. Yang dimana dia
merasa kebutuhan seperti : Kebutuhan fisiologis, Kebutuhan rasa aman,
Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki, Kebutuhan akan penghargaan telah
terpenuhi sehingga ia sampai di tingkat dimana maka dan hanya maka adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri
diaktifkan. Maslow menggambarkan
aktualisasi diri sebagai orang perlu untuk menjadi dan melakukan apa yang orang
itu “lahir untuk dilakukan.” Seperti contoh “Seorang musisi harus bermusik, seniman harus
melukis, dan penyair harus menulis.”
Sumber:
Langganan:
Postingan (Atom)
